Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

KACA ARLOJI

Gambar
  KACA ARLOJI A. PENGERTIAN Kaca arloji atau gelas arloji berbentuk bulat dan cekung, terbuat dari kaca transparan. B. FUNGSI  Tempat menimbang bahan kimia dalam bentuk padatan, pasta, atau bubuk. Sebagai wadah sementara untuk bahan kimia yang sedang diamati atau akan digunakan. Menutup wadah seperti gelas beaker agar uap tidak terbuang ke udara. C. PENGGUNAAN  Gunakan spatula untuk mengambil bahan yang akan ditimbang dan letakkan di atas kaca arloji. Catat bobot kosong kaca arloji agar dapat menghitung berat bahan yang ditimbang. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci kaca arloji dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT KACA ARLOJI 7 cm 16 BAIK LEMARI B, RAK 5 15 cm 14

LABU DESTILASI

Gambar
LABU DESTILASI           A. PENGERTIAN Labu Destilasi, berbentuk labu leher panjang yang digunakan dalam proses destilasi. Labu destilasi terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap suhu tinggi. B. FUNGSI  Sebagai wadah utama dalam proses destilasi. Pemanasan atau perebusan cairan.   Sebagai wadah ekstraksi pada alat rotary evaporator . C. PENGGUNAAN  Isi labu destilasi dengan campuran zat cair yang akan dipisahkan. Pasang termometer pada leher labu destilasi untuk mengukur suhu. Hubungkan leher labu destilasi dengan kondensor. Panaskan labu destilasi secara perlahan. Cairan hasil destilasi akan menetes melalui ujung kondensor  D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Bersihkan labu destilasi dengan air sabun dan sikat halus. Keringkan menggunakan lap bersih Simpan labu destilasi di tempat yang kering dan aman. Jangan terlalu sering mengekspos labu destilasi pada perubahan suhu yang drastis, karena dapat menyebabkan retak. E. INVENTARISASI NAMA...

TABUNG U

Gambar
  TABUNG U A. PENGERTIAN Tabung U atau Pipa U, berbentuk tabung kaca melengkung menyerupai huruf U. Alat ini terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap suhu tinggi dan bahan kimia. B. FUNGSI Sebagai penghubung antara dua wadah atau tabung reaksi. Mengukur massa jenis zat cair. Menghasilkan gelembung gas. Mencegah terjadinya tekanan. C. PENGGUNAAN Isi salah satu kaki tabung U dengan zat cair atau larutan yang akan diuji. Hubungkan tabung U dengan alat atau wadah lainnya. Amati perubahan pada permukaan zat cair dalam tabung U. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Bersihkan Tabung U dengan air sabun dan sikat halus,lalu bilas hingga bersih. keringkan dengan lap bersih. Simpan Tabung U di tempat yang kering dan aman. Jangan mengekspos tabung U pada perubahan suhu yang drastis, karena dapat menyebabkan retak. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT TABUNG  U        - 7 BAIK LEMARI B, RAK 2

CORONG KACA

Gambar
CORONG KACA A. PENGERTIAN Corong kaca, berbentuk kerucut yang digunakan untuk memudahkan pemindahan cairan dari satu wadah ke wadah lain. Alat ini biasanya terbuat dari kaca borosilikat, yang tahan terhadap perubahan suhu dan bahan kimia. B. FUNGSI Memudahkan pemindahan larutan dari satu wadah ke wadah lain. Menyaring zat padat dari cairan. Memisahkan komponen campuran cairan. C. PENGGUNAAN Letakkan corong di atas wadah yang akan diisikan. Tuangkan cairan perlahan-lahan melalui corong. Setelah penuangan, angkat corong dengan hati-hati. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Bersihkan corong dengan air sabun dan bilas hingga bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman agar tidak terjatuh atau pecah. Gunakan penyangga atau tempat khusus untuk menyimpannya.  E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT CORONG KACA 7 cm 16 BAIK LEMARI B, RAK 4 10 cm 14

PLAT TETES

Gambar
PLAT TETES A. PENGERTIAN Plat tetes, terbuat dari bahan keramik atau porselen. Alat ini memiliki bentuk seperti lempengan atau cekungan seperti mangkok kecil yang bulat. B. FUNGSI  Tempat mengamati polaritas zat atau sampel. Tempat mengamati kelarutan suatu bahan atau zat. Tempat mengamati perubahan warna pada saat melakukan reaksi. C. PENGGUNAAN Letakkan kertas lakmus merah atau biru pada cekungan plat tetes. Teteskan larutan yang akan diperiksa sifat asam atau basanya. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci plat tetes dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT TIPE JUMLAH KEADAAN TEMPAT PLAT TETES 12 CEKUNGAN  11 BAIK LEMARI B, RAK 5

GELAS KIMIA (GLASS BEAKER)

Gambar
  GELAS KIMIA A. PENGERTIAN Gelas Kimia atau Beaker glass, adalah sebuah wadah berbentuk silinder dengan dasar yang rata dan pada mulutnya terdapat moncong atau paruh kecil. Gelas kimia biasanya terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas hingga suhu 2000°C.  B. FUNGSI  Sebagai wadah atau tempat zat cair. Wadah mencampur suatu zat atau senyawa yang bersifat cair. Tempat pemanasan terhadap pembakar bunsen ataupun hotplate .  C. PENGGUNAAN  Masukkan larutan percobaan, lalu letakkan di atas kaki tiga untuk melakukan pembakaran. Gunakan lap saat mengangkat gelas beaker dari pembakar.  D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci Gelas Kimia atau  Beaker glass  dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT GLASS BEAKER 50 ml 7 BAIK LEMARI B, RAK 7 100 ml 17 250 ml 17 600 ml 17 LEMARI  B, RAK 6 1000 ml 14

LABU ERLENMEYER

Gambar
 LABU ERLENMEYER A. PENGERTIAN Labu Erlenmeyer,  memiliki bentuk kerucut, leher silinder dan dilengkapi dengan dasar yang datar. Labu Erlenmeyer biasanya dibuat dari kaca borosilikat sehingga dapat dipanaskan di atas api atau di autoklaf.  B. FUNGSI  Tempat meracik dan melarutkan bahan-bahan komposisi kimia. Tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair. Tempat untuk melakukan titrasi. C.PENGGUNAAN Masukan atau campurkan larutan yang ingin di uji. Lakukan analisa pengujian sesuai dengan prosedur perlakuan. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci Labu Erlenmeyer dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT LABU ERLENMEYER 1000 ml 10 BAIK LEMARI C, RAK 3

MORTAR (LUMPANG) DAN ALU

Gambar
  MORTAR DAN AL U A. PENGERTIAN Mortar dan alu, terbuat dari bahan porselin atau keramik yang membuatnya terlihat mirip dengan cawan porselin. Mortar dan alu merupakan sepasang alat laboratorium yang penggunaanya tidak dapat dipisahkan berdasarkan fungsinya. B. FUNGSI  Menggerus atau menghaluskan sampel padatan atau kristal menjadi serbuk. Menghancurkan dan menghaluskan bahan pengujian seperti biji dan daun. C. PENGGUNAAN Masukan sampel ke dalam mortar dan tumbuk perlahan menggunakan alu. Jika sampel sudah halus, bisa dilanjutkan analisa pengujian. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci Mortar dan alu dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT MORTAR (LUMPANG) - 28 BAIK LEMARI B, RAK 5 ALU - 18 BAIK

PEMBAKAR BUNSEN

Gambar
  PEMBAKAR BUNSEN A. PENGERTIAN Pembakar Bunsen , terbuat dari tabung kaca vertikal terhubung ke sumber bahan bakar spirtus, dengan lubang pemasukan udara ( collar ).  B. FUNGSI  Melakukan proses pemanasan dan pembakaran pada suatu sampel. Menguji kandungan alkali pada sampel uji. C. PENGGUNAAN Buka penutup luar pembakar bunsen dan lepaskan bagian penutup dalam dengan sumbunya.  Isikan bahan bakar spirtus ke dalam pembakar bunsen kemudian tutup kembali. Bakar sumbu dengan menggunakan korek api. Untuk mematikan, gunakan tutup luar untuk menutup bagian apinya. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Jangan meninggalkan pembakar bunsen yang menyala tanpa pengawasan. Selalu matikan pembakar bunsen saat tidak digunakan. Gunakan penjepit saat memegang benda di atas api. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT PEMBAKAR BUNSEN - 10 Baik Lemari B, Rak 7

GELAS UKUR

Gambar
GELAS UKUR  A. PENGERTIAN Gelas ukur,  biasanya terbuat dari polypropylene  atau  polymethylpentene  karena ketahanan kimia yang baik, namun hal ini membuat gelas ukur menjadi lebih ringan namun lebih rapuh dari kaca, maka dari itu tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan dalam kondisi  panas. B. FUNGSI Mengukur volume dari larutan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi. C.PENGGUNAAN  Masukkan larutan ke dalam gelas ukur dan tempatkan pada bidang rata. Saat mengukur larutan tidak bewarna perhatikan batas miniskus. Mengukur larutan bewarna perhatikan batas miniskus cembung pada gelas ukur. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci Gelas Ukur dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT GELAS UKUR 10 ml 9 Baik Lemari A, Rak 3

LABU UKUR

Gambar
LABU UKUR  A. PENGERTIAN Labu ukur, mempunyai bentuk alas bulat dan leher panjang dengan ujung sempit. Pada lehernya terdapat tanda batas yang menunjukkan volume. Labu ukur dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari bahan kimia seperti polietilen atau dapat juga dari gelas. B. FUNGSI Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang tinggi. Mendapatkan larutan zat tertentu yang hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas. C.PENGGUNAAN Siapkan larutan kemudian masukkan ke dalam labu ukur. Tambahkan pelarut hingga mendekati tanda garis pada labu ukur. Homogenkan dengan cara menggerakkan labu ke atas dan ke bawah. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci labu ukur dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Keringkan dengan lap bersih. Simpan di tempat yang aman dan kering. F. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT LABU UKUR 250 ml 1 BAIK LEMARI C, RAK 1 1.000 ml 7

PIPET TETES

Gambar
  PIPET TETES A. PENGERTIAN Pipet tetes , berukuran kecil dan panjang mirip dengan sedotan, pada bagian ujung bawah agak meruncing dan bagian ujung atas terdapat karet. Pipet tetes ada yang terbuat dari plastik maupun kaca. B. FUNGSI Memindahkan cairan dari suatu wadah ke wadah lainnya dalam jumlah yang amat kecil, yaitu setetes demi setetes. C. PENGGUNAAN Ambil pipet tetes kemudian tekan bola karet yang ada pada bagian atasnya. Masukkan ujung pipet tetes ke dalam wadah cairan, secara perlahan lepaskan tekanan pada karet pipet sehingga cairan masuk ke dalamnya. Cairan di dalam pipet tetes selanjutnya, dipindahkan ke wadah lain dengan menekan karet pipet sehingga cairan dapat keluar.  D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Periksa pipet tetes setelah digunakan dan cek kembali apakah ada larutan yang tersisa di dalam. Sebaiknya di cuci dengan air bersih tanpa menggunakan sabun Jika larutan yang dipakai cukup berbahaya, di cuci menggunakan air sabun. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JU...

TABUNG REAKSI

Gambar
TABUNG REAKSI   A. PENGERTIAN Tabung Reaksi, merupakan sebuah tabung yang terbuat dari jenis kaca atau plastik yang dapat menahan perubahan temperatur dan tahan terhadap reaksi kimia. Tabung reaksi ada yang dilengkapi dengan tutup ada juga yang tanpa tutup.   B. FUNGSI  Tempat melakukan reaksi kimia dalam skala kecil. Tempat perkembangbiakan mikroba dalam media cair. C.PENGGUNAAN Masukkan bahan kimia ke dalam tabung reaksi. Lakukan perlakuan yang dibutuhkan. Setelah digunakan, buang bahan kimia dengan benar sesuai standar pengelolaan limbah laboratorium. Bersihkan tabung reaksi dengan pembersih. D. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN Cuci tabung reaksi dengan pembersih kemudian bilas dengan air bersih. Keringkan tabung reaksi dengan lap bersih. Simpan tabung reaksi di tempat yang kering dan bersih. E. INVENTARISASI NAMA ALAT UKURAN JUMLAH KEADAAN TEMPAT TABUNG REAKSI BESAR 198 Pcs BAIK LEMARI A, RAK 6 SEDANG 187 Pcs KECIL 239 Pcs